HIMA K3 NEWS UPDATE — Penyakit Akibat Kerja di Dunia dan di Indonesia

Menurut KEPPRES RI No. 22 Tahun 1993, Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan pekerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja terjadi sebagai pajanan faktor fisik, kimia, biologi, ataupun psikologi di tempat kerja.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa survey mengenai penyakit aki<span class=”text_exposed_show”>bat kerja, serta golongan penyebab penyakit akibat kerja. Mari simak lebih lanjut penjelasannya pada gambar diatas!</span>

Referensi : file:///C:/Users/USER/<wbr />Downloads/<wbr />makalah_di_k3_expo_seminar_<wbr />smesco_dk3n_april_2012_pen<wbr />yakit_akibat_kerja_identif<wbr />ikasi_dan.pdf

Update informasi terbaru kami di:
Instagram : @ohsbinawan
Website : <a href=”http://www.ohsbinawan.or.id/?fbclid=IwAR02lu5AXl-Ap0YXFCV5nIRHvX-_S6s0ApGu-ClX38ykPAuyZtT5cXAU4LI” target=”_blank” rel=”nofollow noopener” data-lynx-mode=”asynclazy” data-lynx-uri=”https://l.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.ohsbinawan.or.id%2F%3Ffbclid%3DIwAR02lu5AXl-Ap0YXFCV5nIRHvX-_S6s0ApGu-ClX38ykPAuyZtT5cXAU4LI&amp;h=AT2xCr9Xl9ck2dnKy-7G2RsJyvl58XqIwXgORDtM1hiWaY89MiGqfv4ng5Qa59sQ8oHzoskjoqyaSuGVgcBONm4ZNI-refhON7XSuZyk_WPLOA1lqq56HLCpdapzxE1BZBKypwId”>www.ohsbinawan.or.id</a>
Facebook : Ohs Binawan
Twitter : @ohsbinawan

Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
<span class=”_5mfr”><span class=”_6qdm”>👷</span></span>Safety is everyone’s need! <span class=”_5mfr”><span class=”_6qdm”>👷</span></span>

By | 2018-11-30T22:44:56+00:00 November 30th, 2018|Publications|0 Comments

Selamat Hari Menanam Pohon

“Hijaukan kembali untuk masa depan bumi kita!”

HIMA K3 mengucapkan Selamat Hari Menanam Pohon. Mari bersama-sama kita menggalakkan gerakan menanam pohon untuk menciptakan lingkungan Indonesia yang lebih sehat.

Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
👷Safety is everyone’s need!👷

By | 2018-11-30T22:39:15+00:00 November 30th, 2018|Publications|Comments Off on Selamat Hari Menanam Pohon

Selamat Hari Diabetes Sedunia

14 November dijadikan sebagai Hari Diabetes Sedunia yang juga merupakan hari ulang tahun dari Frederick Banting yaitu penemu hormon insulin.
Tahukah kamu bahwa tujuan diadakannya Hari Diabetes Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak diabetes pada keluarga dan untuk mempromosikan peran keluarga dalam manajemen, perawatan, pencegahan dan pendidikan kepada anggota keluarga akan informasi Diabetes.
Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
👷Safety is everyone’s need!👷
By | 2018-11-14T21:27:40+00:00 November 14th, 2018|Publications|0 Comments

Selamat Hari Ayah Nasional

Meski surga tidak terletak di telapak kakinya, namun sosok Ayah pun pahlawan. Jasanya yang penuh pengorbanan terkadang sering kita lupakan. Tetapi Ia melakukannya dengan ikhlas dan penuh kasih sayang.
Untuk Ayah-ayah hebat yang tengah berjuang untuk keluarga, HIMA K3 mengucapkan Selamat Hari Ayah Nasional. Sayangi Ayahmu, seperti kamu Menyayangi Ibumu.
Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
👷Safety is everyone’s need!👷
By | 2018-11-14T21:24:55+00:00 November 14th, 2018|Publications|0 Comments

Selamat Hari Kesehatan Nasional

Sehat Keluargaku,
Sehat Indonesiaku.
Sehat Negeriku,
Sehat Bangsaku.
HIMA K3 mengucapkan Selamat Hari Kesehatan Nasional. Tugas kita sebagai generasi muda adalah meningkatkan derajat kesehatan bangsa dan kesadaran perilaku untuk hidup bersih dan sehat.
Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
👷Safety is everyone’s need!👷
By | 2018-11-14T21:22:00+00:00 November 14th, 2018|Publications|0 Comments

Selamat Hari Pahlawan Nasional

Setiap tanggal 10 November, seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang para pendahulu kita yaitu para pahlawan dan perintis kemerdekaan Indonesia.
HIMA K3 mengucapkan Selamat Hari Pahlawan 10 November 2018. Semoga kita bisa menjadi penerus yang memuliakan bangsa. Merdeka!
Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
👷Safety is everyone’s need!👷
Setiap tanggal 10 November, seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang para pendahulu kita yaitu para pahlawan dan perintis kemerdekaan Indonesia.
HIMA K3 mengucapkan Selamat Hari Pahlawan 10 November 2018. Semoga kita bisa menjadi penerus yang memuliakan bangsa. Merdeka!
Salam HIMA K3 Universitas Binawan 2017
👷Safety is everyone’s need!👷
By | 2018-11-14T21:15:19+00:00 November 14th, 2018|Publications|0 Comments

HIMA K3 RESEARCH — Pentingnya Keselamatan Penerbangan di Indonesia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan penerbangan di Indonesia yang dominan adalah faktor manusia persentasenya mencapai 60%. Penyebab kecelakaan pesawat biasanya diakibatkan oleh 3 faktor utama yaitu: faktor teknis, faktor cuaca dan faktor kesalahan manusia (human error). Berdasarkan data kecelakaan pesawat terbang untuk rentang waktu 2009 – 2013, kecelakaan penerbangan di Indonesia yang masuk kelompok serius insiden lebih tinggi daripada kelompok accident. Hal ini merupakan masalah yang cukup rumit.

Mekanisme penyelidikan yang dilakukan KNKT menggunakan pedoman berdasarkan pada peraturan nasional dan internasional yang konsisten. Tujuan tunggal penyelenggaraan penyelidikan kecelakaan oleh KNKT adalah mencari setiap penyebab yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan. Selanjutnya hasil dari penyelidikan ini dapat dipergunakan untuk meningkatkan kondisi dan tindakan keselamatan penerbangan guna mencegah kecelakaan dengan penyebab yang sama dikemudian hari. Berdasarkan uraian tersebut maka rekomendasi yang diberikan KNKT adalah tidak komprehensif, hanya berdasarkan atas dasar tiap kejadian, padahal kecelakaan pesawat terbang yang paling penting adalah dengan mengungkap kondisi “Latent/tersembunyi” yang harus diungkap, maka analisis yang komprehensif diperlukan untuk mengamati akar permasalahan yang paling dalam.

Tujuan penyelenggaraan penerbangan nasional dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan diantaranya adalah mewujudkan penyelenggaraan penerbangan yang tertib, teratur, selamat, aman, nyaman, dengan harga wajar dan menghindari praktek persaingan usaha yang tidak sehat. Penyelenggaraan yang selamat dan aman diatas, merupakan jaminan terpenting dalam penerbangan, ini mengingat akan bahaya dan kecelakaan yang mudah ditimbulkan oleh penggunaan suatu pesawat udara.

Dari 10 negara di ASEAN, level keselamatan penerbangan Indonesia berada di posisi terakhir. Poin yang dinilai dalam audit ini mulai dari kondisi regulator, lisensi, operasional, kebandarudaraan, navigasi udara, penanganan kecelakaan, hingga kelengkapan penerbangan. Hal sama dikeluarkan oleh otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA). FAA memberi peringkat level 2 atau di bawah standar untuk kategori International Aviation Safety Assessment (IASA) kepada Indonesia. Sementara menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pada Pasal 1, Ayat 48 menyatakan bahwa “Keselamatan Penerbangan adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.” Berkaitan dengan ini berarti tingkat keselamatan penerbangan dapat dicapai hanya dengan berfungsinya semua bagian dari industri penerbangan.

Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 62 Tahun 2013, tentang Investigasi Kecelakaan Transportasi, Pasal 9 menyatakan bahwa Kecelakaan Pesawat Udara dapat terdiri atas: a. Pesawat Udara yang jatuh pada saat tinggal landas, lepas landas, atau selama penerbangan; b. tabrakan antar Pesawat Udara atau antar Pesawat Udara dengan fasilitas di bandar udara; c. Pesawat Udara yang hilang atau tidak dapat diketemukan; dan/atau; d. Pesawat Udara yang mengalami Kejadian Serius (serious incident).

Analisis berikutnya adalah faktor penyebab adanya “accident dan serious incident’. Berdasarkan hasil investigasi KNKT untuk kurun waktu tahun 2007 sampai dengan tahun 2014 menunjukkan bahwa persentase terbesar adalah disebabkan oleh faktor manusia atau human factor. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut dibawah ini:

Kesimpulan dan Saran                            

Perkiraan penyebab kecelakaan penerbangan yang paling dominan adalah faktor manusia persentasenya mencapai 60%. Hal ini menunjukkan tugas yang berat pada Ditjen Perhubungan Udara untuk selalu mengawasi, dan menetapkan standar operasional penerbangan yang dilaksanakan oleh beberapa operator di Indonesia.

Keselamatan penerbangan menjadi sesuatu yang mutlak harus diperhatikan oleh semua stakeholder (pemangku kepentingan) dalam kegiatan angkutan udara baik penumpang maupun barang. Untuk mewujudkan keselamatan penerbangan maka diperlukan kesadaran hukum yang penuh dari semua pihak terkait untuk mematuhi seluruh persyaratan yang mendukung keselamatan penerbangan sebagaimana telah diatur baik dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan maupun Peraturan pelaksanaannya serta konvensi-konvensi internasional di bidang penerbangan terutama yang menyangkut keselamatan penerbangan.

Untuk mewujudkan keselamatan penerbangan maka diperlukan suatu gerakan nasional penyadaran budaya keselamatan penerbangan (safety culture). Melalui gerakan budaya keselamatan penerbangan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa angkutan udara.

By | 2018-11-11T19:23:37+00:00 November 7th, 2018|Publications|0 Comments