HIMA K3 RESEARCH – Poin Penting Work Permit

Mengapa pekerja perlu membuat surat izin kerja sebelum memasuki atau melaksanakan pekerjaan berbahaya? Siapa yang berwenang mengeluarkan izin kerja? Jenis pekerjaan apa saja yang memerlukan izin kerja? Berapa lama masa berlaku surat izin kerja?

Sebagian pekerja mungkin masih menganggap surat izin kerja dibuat hanya sebagai formalitas sebelum memasuki lokasi berbahaya atau melaksanakan pekerjaan tertentu. Padahal dibalik itu, pembuatan izin kerja sangat penting untuk menyatakan kondisi tempat dimana pekerjaan tersebut dilakukan sudah aman atau belum dan memastikan pekerja melakukan pekerjaannya dengan aman dan efisien sesuai prosedur keselamatan yang ditetapkan. Izin kerja tidak hanya membantu mencegah terjadinya kecelakaan kerja, tetapi juga melindungi peralatan kerja dari kerusakan.

  1. Apa itu izin kerja (work permit) dan mengapa diperlukan?

Izin kerja (dikenal juga dengan istilah work permit, permit to work, atau surat izin kerja aman) adalah sebuah dokumen atau izin tertulis yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan tertentu yang berpotensi membahayakan pekerja. Izin kerja diperlukan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang akan dilakukan, potensi bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan, dan tindakan pencegahan atau pengendaliannya.

Izin kerja juga biasanya dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti job safety analysis (JSA) dan tool box checklist. Contoh pekerjaan yang membutuhkan izin kerja adalah pekerjaan yang mengharuskan pekerjanya masuk dan bekerja di ruang terbatas, kegiatan memperbaiki, memelihara atau memeriksa instalasi listrik, dan pengoperasian alat berat.

  1. Siapa yang berwenang mengeluarkan izin kerja?

Izin kerja dikeluarkan oleh pengawas/ supervisor/ pelaksana kepada subkontraktor/ mandor atau pekerja yang akan memasuki area berbahaya atau melaksanakan pekerjaan yang dianggap berbahaya. Sebelum memberikan izin kerja, pengawas/ supervisor/ pelaksana biasanya akan melakukan pemeriksaan terhadap hal-hal berikut ini:

Kesehatan pekerja

Kelengkapan sarana dan prasarana kerja (termasuk APD yang berhubungan dengan pekerjaan yang hendak dilakukan)

Kondisi terbaru di lokasi pekerjaan, apakah terdapat hal-hal yang membahayakan atau tidak Hal-hal yang berhubungan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi kerja tersebut.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada hal-hal yang dapat membahayakan pekerja dan lokasi kerja dinyatakan aman, maka izin kerja harus di tanda tangani oleh orang yang berwenang (authority person) dan pekerja yang terlibat di lapangan.

  1. Kapan izin kerja diperlukan?

Izin kerja diperlukan jika:

Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor

Terdapat potensi kekurangan oksigen (oxygen deficiency) atau kadar oksigen berlebih

Terdapat potensi atmosfer mudah terbakar atau meledak

Terdapat potensi suhu ekstrem atau tekanan tinggi

Terdapat paparan bahan kimia berbahaya dan beracun

Memasuki ruang terbatas

Bekerja di ketinggian

Melakukan kegiatan perbaikan, pemeliharaan, atau pemeriksaan instalasi listrik

Melakukan kegiatan perbaikan atau pemeliharaan peralatan atau di lokasi yang mengandung bahan atau kondisi berbahaya

Melakukan kegiatan penggalian

Mengoperasikan alat berat

Melakukan kegiatan yang berhubungan dengan mesin berputar atau bergerak

Melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bahan radioaktif

Melakukan kegiatan penguncian atau isolasi sumber energi berbahaya

  1. Apa saja jenis-jenis izin kerja yang biasanya dibuat sebelum memulai pekerjaan?

Jenis izin kerja ditentukan berdasarkan sifat pekerjaan yang akan dilakukan dan bahaya yang harus dikontrol atau dihilangkan. Pasalnya satu jenis izin kerja tidak selalu berlaku untuk berbagai kegiatan dan lokasi pekerjaan. Berikut jenis-jenis izin kerja yang paling sering digunakan di tempat kerja:

Izin kerja pekerjaan panas (hot work permit) – Diperlukan apabila akan melaksanakan pekerjaan panas, contohnya: pengelasan, pemotongan dengan api, pengeboran logam, dan sandblasting.

Izin kerja pekerjaan dingin (cold work permit) – Diperlukan apabila akan melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan perbaikan, pemeliharaan, atau konstruksi yang sifatnya tidak rutin (sesuai ketentuan pekerjaan tersebut) dan tidak menggunakan peralatan yang dapat menimbulkan api terbuka atau sumber nyala. Contohnya pengecatan, pekerjaan bangunan, dan pekerjaan sipil.

Izin kerja memasuki ruang terbatas (confined space entry permit) – Diperlukan apabila akan memasuki dan melakukan pekerjaan di ruang terbatas, seperti silo, tanki, atau saluran tertutup.

Izin kerja pekerjaan listrik (electrical work permit) – Diperlukan apabila akan melakukan perbaikan, pemeliharaan, atau pemeriksaan yang berhubungan dengan kelistrikan.

Izin kerja khusus (special permit) – Diperlukan apabila akan melaksanakan pekerjaan melibatkan kondisi berbahaya, seperti bekerja dengan paparan bahan radioaktif, bekerja di ketinggian, penggalian, atau melaksanakan pekerjaan dengan tingkat potensi bahaya tinggi lainnya.

  1. Informasi apa saja yang harus tercantum dalam surat izin kerja?

Surat izin kerja harus memuat beberapa informasi mencakup:

Nama pekerja (bisa lebih dari satu pekerja)

Detail lokasi pekerjaan

Pekerjaan yang akan dilakukan

Tanggal dan waktu pekerjaan (waktu memulai dan berakhirnya pekerjaan)

Daftar potensi bahaya

Daftar persiapan, seperti kelengkapan peralatan yang diperlukan, pengujian atmosfer, isolasi sumber energi berbahaya, dll.

Detail urutan prosedur kerja

Tindakan pencegahan yang diperlukan

Alat pelindung diri yang dibutuhkan

Nomor telepon darurat dan lokasi telepon terdekat diletakkan

Tanda tangan orang yang berwenang/ petugas yang mengeluarkan izin kerja (bisa lebih dari satu)

Tanda tangan pekerja (bisa lebih dari satu) yang menunjukkan bahwa mereka sudah memahami bahaya yang terlibat dan mengetahui tindakan pencegahan yang harus dilakukan Tanggal dan waktu izin kerja dikeluarkan.

Prioritas pekerjaan dan jenis bahaya yang dikandung dalam pekerjaan tersebut dibawah pengawasan supervisor sampai otoritas fasilitas produksi paling tinggi

Peralatan tambahan yang diperlukan selama pekerjaan dilakukan.

  1. Berapa lama masa berlaku izin kerja?

Izin kerja harus dibuat secara spesifik dan hanya berlaku bila kondisi pekerjaan tidak berubah. Izin kerja biasanya hanya berlaku singkat, selama 8 jam atau satu shift, dan berlaku tidak lebih dari satu hari. Rentang waktu yang ditetapkan dalam izin kerja biasanya dimulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 17.00 waktu setempat atau jam kerja yang berlaku di tempat tersebut.

Bila kondisi lingkungan pekerjaan berubah (hujan, pergantian shift, dll.), maka izin kerja harus diperiksa kembali sesuai kondisi lingkungan kerja saat itu. Izin kerja sebelumnya harus diganti dengan izin kerja baru atau bila ada perubahan lingkungan dianggap tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keselamatan kerja, maka izin kerja dapat dipergunakan kembali.

Apabila pekerjaan yang sedang berlangsung memerlukan perpanjangan waktu melebihi waktu yang telah ditetapkan pada surat izin kerja, Anda harus memperbaharuinya dan disahkan oleh pengawas pekerjaan di lokasi tersebut.

  1. Bagaimana prosedur pembuatan izin kerja?

Izin kerja biasanya dibuat rangkap dua atau rangkap tiga. Ketika dibuat rangkap dua, satu salinan disimpan sebagai dokumentasi dan satu salinan lagi diberikan untuk pekerja. Sedangkan, untuk izin kerja yang dibuat rangkap tiga, salinan ketiga disimpan manajemen K3 perusahaan untuk keperluan audit, apakah persyaratan izin kerja yang selama ini diterapkan sudah terpenuhi atau belum.

Izin kerja harus dibuat sebelum pekerja memulai pekerjaan yang dianggap berbahaya. Izin kerja harus diserahkan kembali kepada orang yang berwenang (yang mengeluarkan surat tersebut) saat pergantian shift atau saat pekerjaan selesai dilaksanakan.

Dalam membuat atau mengeluarkan izin kerja, pekerja atau supervisor juga harus cermat dan teliti, pasalnya banyak dari mereka yang belum kompeten memahami pentingnya izin kerja dimasukkan ke dalam program K3 di tempat kerja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sistem izin kerja di perusahaan tidak efektif:

Jenis atau format izin kerja tidak mencakup semua potensi bahaya

Prosedur penerbitan izin kerja tidak memadai

Orang yang menandatangani izin kerja tidak memeriksa kondisi operasi di lapangan, apakah sumber energi berbahaya sudah benar-benar diisolasi atau pengujian atmosfer sudah dilakukan

Pekerja tidak mengikuti atau memahami persyaratan izin kerja, terutama perihal masa berlaku izin kerja

Manajemen K3 perusahaan tidak melakukan audit terhadap sistem izin kerja

Izin kerja baru dibuat setelah pekerjaan dimulai atau sedang berlangsung

Petugas yang bertanggung jawab tidak memeriksa kondisi operasi di lapangan setelah izin dikeluarkan

Sistem izin kerja yang terlalu rumit

 https://www.safetysign.co.id

Sistem Ijin Kerja (Work Permit System)

 

By | 2019-02-25T16:31:36+00:00 February 25th, 2019|Publications|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment